Minggu, 13 November 2011

Klasifikasi Fungi (Jamur)

berdasarkan spora yang dihasilkan, jamur dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu :

A. ZYGOMYCOTINA

Ciri-cirinya :• Tubuh multiseluler.
• Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.
• Hifa tidak bersekat.
• Reproduksi:
Vegetatif: dengan spora.- Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru.
Gambar Jamur Tempe

Contoh spesies:
a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus jamur tempe.
Gambar Reproduksi Zygomycotina
ASCOMYCOTINA
Ciri-cirinya :
• Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi se lul er.
• Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
• Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis 
dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
Contoh jamur Ascomycotina

• Reproduksi:
Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.
Gambar Reproduksi Ascomycotina


Contoh spesies:
1. Sacharomyces cerevisae:
sehari-hari dikenal sebagai ragi. berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi. 
2. Neurospora sitophila:
jamur oncom.
3. Peniciliium noJaJum 
dan Penicillium chrysogenum
penghasil antibiotika penisilin.
4. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti
berguna untuk mengharumkan keju.
5. Aspergillus oryzae 
untuk membuat sake dan kecap.
6. Aspergillus wentii 
untuk membuat kecap
7. Aspergillus flavus 
menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati.
8. Claviceps purpurea 
hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.



C. BASIDIOMYCOTINA

• Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai 
badan penghasil spora.
• Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik.
Contoh jamur Basidiomycotina
Contoh spesies:
1. Volvariella volvacea :
jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
2. Auricularia polytricha :
jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
3. Exobasidium vexans : 
parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight. 
4. Amanita muscaria dan Amanita phalloides: 
jamur beracun, habitat di daerah subtropis
5. Ustilago maydis :
jamur api, parasit pada jagung.
6. Puccinia graminis : 
jamur karat, parasit pada gandum

Gambar reproduksi Basidiomycotina
D. DEUTEROMYCOTIN
Nama lainnya Fungi Imperfect (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif (seksualnya).

Contoh Jamur Deuteromycotina


Contoh : 
1. Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.
2. Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, misalnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp.Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap.



Selain keempat golongan diatas ada kelompok jamur yang bersimbiosis dengan mahluk lain, yaitu:

MIKORHIZAMikorhiza adalah simbiosis antara jamur dengan akar tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan memperoleh manfaaat dalam hal peningkatan penyerapan mineral dan air dengan bantuan jamur, sedangkan jamur memperoleh manfaat mendapatkan nutrisi dari tanaman. contoh nya dari jamur Divisio Zygomycotina, Ascomycotina dan Basidiomycotina.



LICHEN
Likenes adalah simbiosis antara ganggang (algae) dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Lichen tergolong tumbuhan pionir/vegetasi perintis karena mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim. Algae mendapatkan manfaat yaitu mendapatkan suplai air dan mineral, sedangkan jamur memperoleh manfaat mendapatkan hasil fotosintesis berupa nutrisi dari algae.


Contoh :
• Usnea dasypoga• Parmelia acetabularis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar